Operational & Fraud Risk Management
Operational Risk Management & Fraud Risk Management (Anti Fraud Strategy)
Latar Belakang
Risiko adalah potensi kerugian akibat terjadinya suatu peristiwa (events) tertentu. Setiap perusahaan wajib melakukan Manajemen Risiko yang memadai, baik dan profesional agar terhindar dari akibat buruk dari setiap risiko yang timbul.
Terdapat 8 jenis risiko dalam Perbankan yaitu: Risiko Kredit, Risiko Pasar, Risiko Operasional, Risiko Likuiditas, Risiko Kepatuhan, Risiko Hukum, Risiko Reputasi, Risiko Strategis.
Risiko operasional adalah risiko yang terjadi akibat kesalahan faktor manusia, kegagalan atau tidak berfungsinya sistem, kesalahan dalam prosedur kerja, dan akibat faktor eksternal, yang semuanya merupakan penyebab terjadinya event risiko operasional.
Risiko Operasional dapat menimbulkan kerugian keuangan secara langsung maupun tidak langsung, serta kerugian potensial berupa kesempatan yang hilang untuk memeroleh keuntungan.
Menurut uraian pada POJK No. 39/POJK.03/2019, Fraud adalah “Tindakan penyimpangan atau pembiaran yang sengaja dilakukan untuk mengelabui, menipu, atau memanipulasi Bank, nasabah, atau pihak lain, yang terjadi di lingkungan bank dan/ atau menggunakan sarana Bank, sehingga mengakibatkan Bank, nasabah, atau pihak lain menderita kerugian dan pelaku Fraud memperoleh keuntungan keuangan, baik langsung maupun tidak langsung.”
Faktor penyebab terjadinya Fraud dapat muncul dari internal Bank sendiri dan dari faktor luar. Faktor internal umumnya meliputi pelanggaran terhadap prosedur, terhadap wewenang, dan adanya kolusi. Adapun faktor eksternal adalah lingkungan dan pihak nasabah.
Terdapat beberapa bentuk Fraud yang kerap terjadi di lingkungan Perbankan, yaitu penyalahgunaan asset perusahaan, kecurangan laporan keuangan, dan perilaku koruptif untuk keuntungan pribadi, dan lain sebagainya. Strategi Anti Fraud yang efektif untuk diterapkan di Perbankan pada dasarnya terdiri dari empat pilar strategi utama, yaitu pilar pencegahan, pilar deteksi, pilar investigasi, pelaporan, dan sanksi, serta pilar pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut.
Baca Juga: Strategi Anti Fraud di Sektor Perusahaan Pembiayaan Berbasis POJK
Workshop Leader
Ir. Indra H. Harahap, MM, RFA, ACSI
Professional Trainer | Training Consultant | Motivator | Coach
Praktisi Perbankan yang membangun karir profesionalnya di dunia Perbankan dan Bancaassurance selama lebih dari 28 tahun dengan penuh integritas dan sarat dengan pengalaman. Dengan prinsip hidup, teruslah berbagi dan memberi – karena itu adalah ibadah (amal jariah), Indra senantiasa terus menebar ilmu yang dimiliki. Menjadi trainer sudah menjadi passion-nya sejak duduk dibangku kuliah – sampai saat ini.
Mengasah pengalaman sebagai Trainer dimulai Indra dengan menjadi Asisten Dosen sejak di bangku kuliah untuk mahasiswa S1, S2 dan S3 di IPB Bogor. Selain itu pernah menjadi Dosen Luar Biasa di Universitas Gunadarma untuk beberapa mata kuliah dan menjadi Executive Trainer bidang Sales and Marketing di MarkPlus Institute of Marketing (MIM)/ MarkPlus Inc.
Sebagai seorang pembelajar, Indra terus mengasah diri dan senantiasa terus berbagi, menjadi Professional Trainer di berbagai bidang seperti Sales/ Marketing/ Produk lebih dari 15 tahun. Dengan pengalaman yang mumpuni di bidang Sales dan Training, Alhamdulillah – Indra pernah dinobatkan sebagai “Senior Trainer Sales Terbaik” di institusinya, pernah mengelola lebih dari 2.000 Sales People,. MarkPlus Inc. & Co dan Majalah Warta Ekonomi pernah menobatkannya sebagai “The 3rd Best Sales Manager” di Indonesia. Tahun 2009, Indra dianugerahi penghargaan sebagai “The Best Trainer” dari Mandiri University, Bank Mandiri. Dan pada tahun 2016, 2017 dan 2018 Indra memperoleh penghargaan “Trainer Gold Recognition and Award” dari Mandiri University, Bank Mandiri.
Indra memperoleh gelar Sarjana Statistika (Ir.) dari Institut Pertanian Bogor (IPB) – Bogor, Magister Management (MM) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) – Yogyakarta dengan spesialisasi dibidang International Marketing dan gelar profesi tingkat global yaitu Register Financial Associates (RFA)/ Financial Planner dari International Association of Register Financial Consultants (IARFC) United States of America (USA) dan ACSI dari Chartered Institute for Securities and Investment (CISI) London.
Pengalaman Profesional
Disamping itu, yang bersangkutan mengasah kompetensi dan profesionalisme bidang Finance, Investment, Insurance, Bancassurance, Organization, Leadership, Culture, Research & Development, Sales dan Marketing melalui sejumlah Workshop/ Training yang diselenggarakan oleh International Management for Development (IMD) Business School, Lausanne – Switzerland, Center for Creative Leadership (CCL) Greensboro – North Caroline USA, Chartered Institute for Securities and Investment (CISI) London, AXA Mandiri Financial Services, MarkPlus Inc./MarkPlus Institute of Marketing (MIM), Academia Education and Training, Top Coach Indonesia (TCI), ESQ Executive Class, Asia Works dan lembaga lain yang terkait.
Jadwal 2025
- 16-17 January 2025
- 13-14 February 2025
- 13-14 March 2025
- 16-17 April 2025
- 15-16 May 2025
- 12-13 June 2025
- 17-18 July 2025
- 14-15 August 2025
- 15-16 September 2025
- 16-17 October 2025
- 13-14 November 2025
- 11-12 December 2025
Full Day Training, 09.00-17.00 wib
Venue Training
Yogyakarta:
- NEO Hotel Malioboro Yogyakarta
- Royal Malioboro by ASTON Yogyakarta
- Novotel Suites Yogyakarta Malioboro
Jakarta:
- Swiss-Belinn Simatupang, Jakarta Selatan
- Swiss-Belhotel Pondok Indah, Jakarta Selatan
- Ibis Styles Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan
(Kepastian venue akan dikonfirmasikan H-4 sebelum event)
Investment Fee
Yogyakarta: IDR 6,950,000/ Peserta
Jakarta: IDR 5,490,000/ Peserta
On-line Class: IDR 3,450,000/ Peserta
- Harga sudah termasuk Training Material, USB, Sertifikat, Lunch & Coffee Break, Souvenir, Door Prize.
- Discount 10% bagi peserta yang mendaftar lebih dari 1 participants dan pembayaran dilakukan sebelum event berlangsung.
- In-House Training: minimal 4 Peserta.
- On-Line Class: minimal 2 Peserta.
Tujuan Pelatihan
Membekali peserta dengan pemahaman dan ketrampilan tentang Manajemen Risiko Operasional dan Manajemen Risiko Fraud (Operational & Fraud Risk Management) serta strategi pencegahan Fraud yang efektif, khususnya di dunia perbankan.
Baca Juga: Penerapan Program APU, PPT & PPSPM Sektor Jasa Keuangan Berbasis POJK Terbaru 2023
Outline Training
Hari Pertama:
- Tujuan Perusahaan
- 5 Komponen Utama yang Harus Dikelola Bank untuk Meningkatkan Nilai Tambah
- 4 Elemen dalam Pencapaian Tujuan Bank dan Strategi Operasional Bank
- Risk Management
- Definisi Risiko
- 8 Jenis Risiko:
- Risiko Kredit
- Risiko Pasar
- Risiko Operasional
- Risiko Likuiditas
- Risiko Kepatuhan
- Risiko Hukum
- Risiko Reputasi
- Risiko Strategis
- Contoh-contoh Kasus 8 Jenis Risiko
- Perlunya Manajemen Risiko
- Proses Manajemen Risiko
- 4 Pilar Penerapan Manajemen Risiko
- Regulasi Perbankan Terkait Manajemen Risiko
- Operational Risk Management
- Pemahaman Risiko Operasional
- Identifikasi Risiko Operasional
- Defenisi Risiko Operasional
- Penyebab Risiko Operasional:
- Kegagalan Proses Internal
- Faktor Manusia
- Kegagalan Sistem dan Teknologi
- Kejadian Eksternal
- Pengukuran Risiko Operasional
- Pengendalian Risiko OPerasional
- Perhitungan Kebutuhan Modal Risiko Operasional
Hari Kedua:
- Fraud Risk Management
- Pengertian/ Defenisi Fraud Perbankan
- Dasar Hukum/ Kebijakan Anti-Fraud Perbankan
- Mengenal faktor-faktor penyebab Fraud, Red Flags Fraud
- Memahami bentuk-bentuk Fraud
- Berbagai modus operandi Fraud
- Strategi Anti-Fraud (SAF): Memperkuat Kontrol – Meminimalisir Kecurangan
- Butir-butir Strategi Anti-Fraud (SAF)
- Kerangka Kebijakan Anti-Fraud
- 4 (Empat) Pilar SAF:
- Pilar 1 – Pencegahan
- Pilar 2 – Deteksi
- Pilar 3 – Investigasi, pelaporan dan sanksi
- Pilar 4 – Pemantauan, evaluasi dan tindak lanjut
- Implementasi 4 (Empat) Pilar SAF:
- Organisasi, Fungsi dan Tanggung Jawab SAF
- Pencegahan
- Deteksi
- Investigasi, pelaporan dan sanksi
- Pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut
- Upaya Mencegah Fraud
- Tips Implementasi
- Aspek pendukung SAF
- Studi Kasus:
- Kasus-kasus Fraud yang terjadi di Perbankan: Teller, CS, Kepala Cabang, Tabungan, Giro, Deposito, ATM, IT/ Mobile Banking, Sekuriti, AO/ RM, Kredit, Penilaian Agunan, kasus yang melibatkan Notaris, dan lainnya
- Disajikan dalam diskusi studi kasus oleh kelompok peserta untuk mengkaji dan menganalisis modus dan kejadiannya
- Hasil diskusi dipresentasikan oleh kelompok peserta. Kelompok peserta lain diberi kesempatan untuk memberikan Challenge kepada kelompok yang sedang presentasi dalam bentuk pertanyaan dan atau sanggahan
- Trainer memberikan kesimpulan dan arahan untuk meluruskan dan menjelaskan poin-poin kuncinya
Metode Penyampaian
Pelatihan Operational & Fraud Risk Management disampaikan dengan komunikasi interaktif dua arah, di mana teori dan diskusi disajikan secara berimbang. Seluruh peserta di kelas akan dilibatkan secara aktif di kelas tanpa kecuali untuk bertanya, menyanggah, berbeda pendapat, dan berkontribusi di kelas.
Selain itu, materi training akan dilengkapi dengan cuplikan film-film pendek yang inspiratif, menggugah dan tentu saja relevan dengan materi, serta game-game menarik sebagai Ice Breaking dan Energizer, sehingga secara keseluruhan penyajian training akan menarik dan tidak membosankan, serta seluruh mudah untuk menyerap dan memahaminya.








































