Sistem Settlement atas Layanan Electronic Banking Jaringan ATM

Pendahuluan
Sistem rekonsiliasi dan Settlement atas layanan Electronic Banking jaringan ATM adalah tulang punggung operasional Perbankan modern. Keberadaan sistem ini didasari oleh beberapa faktor kunci yang saling berkaitan, mulai dari sifat dasar transaksi keuangan hingga kebutuhan akan efisiensi dan keamanan.
Layanan Electronic Banking jaringan ATM melibatkan jutaan transaksi setiap hari, lintas Bank, dan bahkan lintas negara. Setiap transaksi, mulai dari tarik tunai, transfer dana, pembayaran tagihan, hingga cek saldo, menghasilkan data yang harus dicatat dan diproses secara akurat. Tanpa sistem rekonsiliasi, melacak dan memverifikasi setiap transaksi secara manual akan menjadi tugas yang mustahil, membuka peluang besar untuk kesalahan manusia dan penipuan.
Sebuah transaksi ATM jarang sekali melibatkan hanya satu pihak.
Ambil contoh tarik tunai di ATM bank lain:
- Nasabah: Pemilik kartu
- Bank Penerbit (Issuer Bank): Bank yang mengeluarkan kartu ATM
- Bank Acquirer: Bank pemilik mesin ATM tempat transaksi dilakukan
- Lembaga Switching/ Prinsipal (misalnya: ATM Bersama, Prima, Link, Visa, Mastercard): Pihak yang menghubungkan Bank penerbit dan Bank Acquirer, serta memfasilitasi otorisasi dan Routing transaksi
- Lembaga Kliring (Clearing House): Pihak yang memfasilitasi pertukaran data dan instruksi keuangan antar Bank
Setiap pihak ini memiliki catatan transaksinya sendiri. Sistem rekonsiliasi diperlukan untuk membandingkan dan mencocokkan catatan dari berbagai pihak ini guna memastikan bahwa semua pihak memiliki pemahaman yang sama tentang status setiap transaksi. Akurasi data keuangan adalah hal mutlak dalam industri perbankan. Ketidakcocokan atau Discrepancy sekecil apa pun dapat berdampak besar, mulai dari kerugian finansial bagi Bank atau nasabah, hingga masalah kepatuhan dan reputasi. Sistem rekonsiliasi memastikan bahwa data di setiap sistem (transaksi, Switching, akuntansi) konsisten dan akurat, mencegah penipuan, dan mendeteksi kesalahan operasional.
Melakukan rekonsiliasi secara manual untuk volume transaksi sebesar itu akan sangat tidak efisien, memakan waktu, dan rentan terhadap kesalahan. Sistem rekonsiliasi dan Settlement otomatis membantu mengurangi beban kerja, mempercepat proses penutupan buku harian
(end-of-day), dan meminimalisir risiko operasional yang terkait dengan kesalahan manual. Dengan adanya sistem ini, anomali dapat terdeteksi lebih cepat, memungkinkan Bank untuk segera melakukan investigasi dan penyelesaian.
Industri perbankan tunduk pada berbagai regulasi ketat yang mengharuskan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap transaksi. Bank Sentral dan regulator keuangan lainnya mewajibkan Bank untuk memiliki sistem kontrol internal yang kuat, termasuk proses rekonsiliasi dan Settlement yang memadai. Sistem ini berfungsi sebagai bukti kepatuhan terhadap standar akuntansi, anti-pencucian uang (AML), dan peraturan perlindungan konsumen.
Baca Juga: Audit & Investigasi Fraud Pada Sektor Perbankan
Workshop Leader
Deddy Hermania Iskandar, Ir.
- Certified Public Speaker & Presentation Skill
- Certified Training Design & Delivery
- Certified Professional Trainer and Facilitator
- Certified of Risk Management Level 1, 2, and 3
- Certified Professional Coach
- Certified of Bankers Training Program – SME Lending in New York USA
- Experienced in Outdoor and Indoor Team Building Program
- Book author – “Dari Pemalu Menjadi Trainer”
Mantan seorang Banker professional yang penuh integritas, pengabdian, dan sarat akan pengalaman lapangan, dengan masa kerja lebih dari 27 tahun. Selama menjalani profesi sebagai banker, ia lebih banyak bertugas di garis depan, yaitu di jaringan kantor cabang, kantor area, dan kantor wilayah. Service excellence, Sales & Marketing, Leadership, serta perencanaan strategi bisnis dan mengeksekusi program-program kerja bersama tim yang dipimpinnya menjadi keahliannya.
Profile Pekerjaan:
- Pensiun dari PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk tmt 1 Agustus 2013
- Pangkat terakhir Vice President
- Jabatan Terakhir : Wakil Kepala Wilayah Kanwil X Bank Mandiri Makassar
- Trainer dan Professional Coach di PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri University) – 2013 s/d sekarang
- Associate trainer di PT. Puri Asri Bhakti Karya (PT. PaBk), Harta Insan Karimah (HIK) Group, Asbanda Academy, PT. Praveena Pastika Bina Mandiri (PPBM), PT. DNA, Banking Competency Center – Ikatan Bankir Indonersia, Indonesia Banking School, PT. Econand, Gramedia Academy, PT. Transforma Dimensi Semesta, Nayottama Dinamika Indonesia.
Penulis Buku:
- Dari Pemalu Menjadi Trainer (2018) PT. Elexmedia Computindo (Gramedia Group)
- Pemimpin Bermakna (2019) PT. Elexmedia Computindo (Gramedia Group)
- Post Power Syndrome vs Retired Husband Syndrome (2023) PT. Elexmedia Computindo (Gramedia Group)
Pengalaman Mengajar:
- Mengajar di kelas2 Bank Mandiri untuk calon frontliner, ODP (Officer Development Program), SDP (Staff Development Program), calon pemimpin pegawai mikro (PPMM), kepala cabang, kepala departemen/ kepala divisi sampai sekarang.
- Mengajar di JTrust Bank Jakarta, Maybank, Bank Artha Graha Internasional, Bank Kalsel, Bank Kalbar, BPD DIY, Bank NTB, Bank NTT, Bank Sulut, Bank Bengkulu, Bank Jateng, Bank Jatim, Bank Sumut, Bank Sumsel Babel, Bank Jambi, Bank Sulteng, BPR KS Bandung, BPR Kedung Arto Semarang dan BPR Syariah HIK, kelas beauty advisor Poppy Dharsono, Frontliners Mal Artha Gading, RSUD Kab. Barabai, Kalsel, Koperasi Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Koperasi Inti Dana Semarang.
Merupakan alumnus Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran jurusan Agronomi. Lulus tahun 1982.
Jadwal 2025
- 20-21 January 2025
- 17-18 February 2025
- 17-18 March 2025
- 21-22 April 2025
- 27-28 May 2025
- 25-26 June 2025
- 30-31 July 2025
- 28-29 August 2025
- 29-30 September 2025
- 30-31 October 2025
- 27-28 November 2025
- 29-30 December 2025
Full Day Training, 09.00-17.00 wib
Baca Juga: Penerapan Program APU, PPT & PPSPM Sektor Jasa Keuangan Berbasis POJK Terbaru 2023
Venue Training
Yogyakarta:
- NEO Hotel Malioboro Yogyakarta
- Royal Malioboro by ASTON Yogyakarta
- Novotel Suites Yogyakarta Malioboro
Jakarta:
- Swiss-Belinn Simatupang, Jakarta Selatan
- Swiss-Belhotel Pondok Indah, Jakarta Selatan
- Ibis Styles Simatupang, Jakarta Selatan
(Kepastian venue akan dikonfirmasikan H-4 sebelum event)
Jenis Pelatihan
- Offline Training
- Online Training
- In-House Training
Investment Fee
Yogyakarta: IDR 6,950,000/ Peserta
Jakarta: IDR 5,450,000/ Peserta
On-line Class (Zoom Workplace): IDR 3,450,000/ Peserta
- Harga sudah termasuk Training Material, USB, Sertifikat, Lunch & Coffee Break, Souvenir, Door Prize.
- Discount 10% bagi peserta yang mendaftar lebih dari 1 participants dan pembayaran dilakukan sebelum event berlangsung.
- In-House Training: minimal 4 Peserta.
- On-Line Class: minimal 2 Peserta.
Baca Juga: Analisa Laporan Keuangan Terkait Proses Analisa Kredit
Tujuan Pelatihan
- Meningkatkan Pemahaman Konsep Dasar
Peserta diharapkan mampu memahami konsep dasar dan pentingnya rekonsiliasi serta Settlement atas layanan Electronic Banking jaringan ATM. Ini termasuk pengertian e-Banking, jenis-jenis transaksi ATM, serta peran krusial rekonsiliasi dan settlement dalam menjaga akurasi dan integritas data keuangan Bank. Pemahaman yang kuat pada level fundamental ini akan menjadi landasan untuk topik-topik yang lebih kompleks.
- Mengidentifikasi dan Memahami Alur Proses
Peserta diharapkan mampu mengidentifikasi jenis-jenis transaksi ATM dan memahami alur prosesnya secara menyeluruh, mulai dari inisiasi transaksi hingga tahap settlement final. Ini juga mencakup pemahaman tentang semua pihak yang terlibat (nasabah, Bank penerbit, Bank Acquirer, Switching, dan Clearing House) serta bagaimana data transaksi bergerak antar entitas tersebut.
- Menguasai Mekanisme Rekonsiliasi
Peserta diharapkan mampu memahami mekanisme rekonsiliasi data transaksi ATM, baik secara manual maupun otomatis. Ini mencakup pembelajaran tentang sumber-sumber data rekonsiliasi, jenis-jenis rekonsiliasi (internal dan eksternal), serta metode dan tools yang digunakan untuk melakukan pencocokan data secara efektif.
-
Mengidentifikasi dan Menangani Discrepancy
Peserta diharapkan mampu mengidentifikasi potensi masalah dan Discrepancy (perbedaan data) yang mungkin terjadi dalam proses rekonsiliasi transaksi ATM. Lebih lanjut, mereka harus mampu menerapkan prosedur Handling Discrepancy dan Dispute Resolution dengan efektif, termasuk verifikasi awal, investigasi mendalam, pengumpulan bukti, hingga komunikasi dengan pihak terkait dan penyelesaian perselisihan.
- Memahami Prosedur Settlement
Peserta diharapkan mampu memahami prosedur Settlement antar Bank/ lembaga dan Clearing House. Ini meliputi pemahaman tentang konsep Gross Settlement dan Net Settlement, peran lembaga kliring dan Switching dalam Settlement, serta siklus dan jadwal Settlement dana.
- Menggunakan Aplikasi Pendukung
Peserta diharapkan mampu menggunakan tools atau sistem yang relevan untuk mendukung proses rekonsiliasi dan Settlement. Walaupun pelatihan ini tidak selalu handson pada satu sistem spesifik, peserta akan dibekali pemahaman tentang fitur dan fungsi
umum dari sistem rekonsiliasi otomatis yang banyak digunakan di industri.
- Memahami Aspek Risiko dan Kepatuhan
Peserta diharapkan mampu memahami aspek risiko dan kepatuhan terkait dengan proses rekonsiliasi dan Settlement. Ini mencakup identifikasi risiko operasional, likuiditas, dan reputasi, serta pentingnya kontrol internal dan kepatuhan terhadap regulasi perbankan
yang berlaku.
Baca Juga: Pedoman Penyusunan Standard Operating Procedures Perbankan
Materi Training
Day-1: Konsep Dasar dan Proses Rekonsiliasi
1: Pengantar Sistem Electronic Banking dan Jaringan ATM (09.00 – 10.30)
- Pengenalan Electronic Banking:
- Definisi dan cakupan layanan Electronic Banking jaringan ATM
- Peran e-Banking dalam industri Perbankan modern
- Jaringan ATM:
- Arsitektur dan komponen jaringan ATM (EDC, Switching, Host, Clearing House)
- Jenis-jenis transaksi ATM (tarik tunai, transfer, pembayaran, cek saldo)
- Pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi ATM (penerbit kartu, Acquirer, Switching, nasabah)
- Pentingnya Rekonsiliasi dan Settlement:
- Definisi rekonsiliasi dan Settlement
- Fungsi dan urgensi rekonsiliasi dan Settlement dalam mencegah kerugian dan menjaga akurasi data keuangan
- Implikasi kesalahan rekonsiliasi dan Settlement
2: Alur Transaksi ATM dan Sumber Data Rekonsiliasi (10.45 – 12.30)
- Alur Proses Transaksi ATM:
- Detail alur transaksi mulai dari inisiasi hingga Settlement (misalnya: tarik tunai, transfer antar Bank)
- Pencatatan data pada setiap tahapan
- Sumber Data Rekonsiliasi:
- Log transaksi dari mesin ATM/ terminal
- Data dari Host Bank penerbit (Issuer) dan host Bank Acquiring
- Laporan dari Switching dan Clearing House (misalnya: laporan transaksi, laporan Reconciliation)
- Jurnal dan laporan internal Bank
3: Mekanisme Rekonsiliasi Data Transaksi ATM (13.30 – 15.00)
- Jenis-jenis Rekonsiliasi:
- Rekonsiliasi internal (Inter-Branch, Inter-Department)
- Rekonsiliasi eksternal (Inter-Bank, dengan Switching)
- Metode Rekonsiliasi:
- Rekonsiliasi manual (perbandingan laporan, Matching Data)
- Rekonsiliasi otomatis (penggunaan sistem rekonsiliasi, Matching berdasarkan Key)
- Tools dan aplikasi pendukung rekonsiliasi
- Prinsip Rekonsiliasi yang Efektif:
- Akurasi, kelengkapan, dan ketepatan waktu
- Pentingnya Audit Trail
4: Identifikasi dan Penanganan Discrepancy Awal (15.15 – 17.00)
- Jenis-jenis Discrepancy dalam Transaksi ATM:
- Mis-match data (Amount, Transaction ID, tanggal)
- Transaction not Found
- Duplicate Transaction
- Reversal yang tidak sesuai
- Teknik Identifikasi Discrepancy:
- Analisis laporan perbedaan
- Pola Discrepancy umum
- Prosedur Penanganan Awal Discrepancy:
- Verifikasi data dan sumber informasi
- Komunikasi internal dan eksternal
- Pencatatan dan dokumentasi Discrepancy
Hari 2: Proses Settlement dan Penyelesaian Discrepancy
5: Konsep dan Mekanisme Settlement (09.00 – 10.30)
- Definisi Settlement:
- Perpindahan dana antar pihak terkait transaksi
- Jenis-jenis Settlement (Gross Settlement, Net Settlement)
- Proses Settlement Jaringan ATM:
- Peran Switching dan Clearing House dalam proses Settlement
- Settlement antar Bank anggota jaringan
- Jadwal dan siklus settlement
- Dokumentasi Settlement:
- Laporan settlement dari Switching/ lembaga kliring
- Jurnal akuntansi terkait Settlement
6: Penanganan Discrepancy dan Dispute Resolution (10.45 – 12.30)
- Prosedur Lanjutan Penanganan Discrepancy:
- Investigasi mendalam atas Discrepancy yang kompleks
- Pengumpulan bukti pendukung
- Mekanisme Dispute Resolution:
- Alur pengajuan Dispute kepada Switching atau Bank lawan
- Waktu Service Level Agreement (SLA) untuk penyelesaian Dispute
- Peran Arbitration jika terjadi kebuntuan
- Studi Kasus Penanganan Discrepancy:
- Contoh Discrepancy umum dan solusi penyelesaiannya
7: Akuntansi Rekonsiliasi dan Settlement serta Risiko (13.30 – 15.00)
- Jurnal Akuntansi Terkait Rekonsiliasi dan Settlement:
- Pencatatan transaksi ATM (pendapatan, biaya, piutang, hutang)
- Jurnal koreksi atas Discrepancy yang ditemukan
- Aspek Risiko dalam Rekonsiliasi dan Settlement:
- Risiko operasional (kesalahan manual, Fraud)
- Risiko likuiditas (Delay Settlement)
- Risiko reputasi
- Kontrol Internal dan Kepatuhan:
- Pentingnya Internal Control yang kuat
- Regulasi dan standar kepatuhan terkait e-Banking dan Settlement
8: Best Practices dan Diskusi (15.15 – 17.00)
- Best Practices dalam Rekonsiliasi dan Settlement:
- Otomatisasi proses
- Peningkatan kualitas data
- Pelatihan dan peningkatan kompetensi SDM
- Pengembangan sistem yang adaptif
- Diskusi dan Tanya Jawab:
- Berbagi pengalaman peserta
- Studi kasus berdasarkan pengalaman peserta
- Tantangan dan solusi di lingkungan kerja
Baca Juga: Strategi Terkini Kredit Konsumer Perbankan
Delivery Method
Training dilaksanakan dengan menganut Adult Learning Priciples, di mana penyampaian teori berimbang dengan diskusi aktif menggunakan komunikasi interaktif dua arah. Selain itu dari awal hingga selesai, seluruh peserta akan terus dilibatkan berpartisipasi aktif dalam berbagai aktivitas di kelas. Kegiatan training akan dilengkapi pula dengan penayangan klip-klip video yang relevan dan inspiratif, juga game-game yang menarik.
Target Audience
- Staf Electronic Banking/ e-Channel
- Tim Rekonsiliasi/ Back Office
- Tim Settlement/ Kliring
- Staf Akuntansi/ Keuangan
- Auditor internal
- Tim IT
- Manajer terkait








































