Learning and Development Management

learning_and_development_management
Bagikan
5/5 - (1 vote)

Sebelum merancang kurikulum untuk kalangan korporat, Bambang Haryanto lebih dulu menghabiskan enam tahun merancang kurikulum di ruang kuliah — pengalaman ganda yang jarang dimiliki instruktur L&D kebanyakan.

Deskripsi Pelatihan

Departemen L&D sering terjebak pada satu masalah klasik: program pelatihan jalan terus, tapi sulit dibuktikan efektivitasnya ke manajemen dalam angka. Pelatihan Learning and Development Management ini membekali profesional HR dan L&D dengan kerangka kerja end-to-end — mulai dari Training Needs Analysis (TNA) berbasis gap kompetensi nyata, desain kurikulum dengan model ADDIE dan 70:20:10, hingga mengukur efektivitas program memakai model Kirkpatrick. Berbeda dengan pelatihan People Development Mastery yang menyasar level kepemimpinan dan coaching, sesi ini fokus pada sisi operasional dan teknis perancangan program pembelajaran itu sendiri.

Tujuan Pelatihan

  1. Memahami peran strategis Learning and Development dalam pengembangan organisasi
  2. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan berdasarkan gap kompetensi
  3. Merancang program pembelajaran yang relevan dan efektif
  4. Memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan target audiens
  5. Mengelola anggaran dan sumber daya pelatihan
  6. Mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran
  7. Mengevaluasi efektivitas program L&D dengan alat ukur yang tepat
  8. Membangun budaya pembelajaran berkelanjutan dalam organisasi

Baca Juga: Performance Management: Cara Meningkatkan Kinerja yang Efektif

Workshop Leader

Bambang Haryanto

Jarang ada instruktur korporat yang pernah berdiri di kedua sisi meja kelas — akademik maupun pelatihan bisnis. Bambang Haryanto termasuk pengecualian itu: enam tahun menjadi dosen di Universitas Terbuka, sembari memimpin satuan tugas pengembangan pendidikan tinggi, sebelum membawa kepekaan instruksionalnya ke Divisi HRD dan Training Center BCA pada 1989 sebagai Koordinator Program Pengembangan Manajemen.

Sejak 1993, ia menjalankan praktik independen yang telah menyelesaikan lebih dari seribu sesi pelatihan untuk lebih dari 300 organisasi, termasuk BCA Group, Gajah Tunggal Group, dan PT Intraco Penta Tbk. Latar belakang akademisnya mencakup Master of Education dari Simon Fraser University, Kanada (1989), Sarjana Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (1983), dan Diploma III Perhotelan (1978) — kombinasi yang jarang ditemukan dalam satu rekam jejak.

Jadwal 2026

  • 22-23 Januari 2026
  • 19-20 Februari 2026
  • 26-27 Maret 2026
  • 16-17 April 2026
  • 21-22 Mei 2026
  • 18-19 Juni 2026
  • 16-17 Juli 2026
  • 18-19 August 2026
  • 14-15 September 2026
  • 19-20 Oktober 2026
  • 16-17 November 2026
  • 14-15 Desember 2026

Full Day Training, 09.00-17.00 wib

Venue Training

Yogyakarta:

  • NEO Hotel Malioboro Yogyakarta
  • Royal Malioboro by ASTON Yogyakarta
  • Novotel Suites Yogyakarta Malioboro

Jakarta:

  • Swiss-Belinn Simatupang, Jakarta Selatan
  • Swiss-Belhotel Pondok Indah, Jakarta Selatan
  • Ibis Styles Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan

(Kepastian venue akan dikonfirmasikan H-4 sebelum event)

Investment Fee

Yogyakarta: IDR 6,950,000/ Peserta

Jakarta: IDR 5,490,000/ Peserta

On-line Class (Zoom Workplace): IDR 3,450,000/ Peserta

  • Harga sudah termasuk Training Material, USB, Sertifikat, Lunch & Coffee Break, Souvenir, Door Prize.
  • Discount 10% bagi peserta yang mendaftar lebih dari 1 participants dan pembayaran dilakukan sebelum event berlangsung.
  • In-House Training: minimal 4 Peserta.
  • On-Line Class: minimal 2 Peserta.

Baca Juga: Strategi Efektif untuk Mengembangkan Talent Management

Materi Pelatihan

1. Peran Strategis L&D dalam Organisasi

  1. L&D sebagai mitra strategis bisnis
  2. Tujuan dan manfaat pengembangan karyawan
  3. L&D dan peningkatan performa organisasi

2. Analisis Kebutuhan Pelatihan (Training Needs Analysis/ TNA)

  1. Metode mengidentifikasi gap kompetensi
  2. Pengumpulan data TNA: survei, wawancara, observasi
  3. Menyusun prioritas pelatihan

3. Desain Program Pembelajaran

  1. Model desain instruksional (ADDIE, 70:20:10)
  2. Penyusunan tujuan pembelajaran
  3. Penyusunan kurikulum pelatihan

4. Metode dan Media Pembelajaran

  1. Pelatihan tatap muka, online, dan blended learning
  2. Teknik pembelajaran aktif dan berbasis pengalaman
  3. Pemilihan media dan alat bantu pelatihan

5. Implementasi Program L&D

  1. Perencanaan pelaksanaan pelatihan
  2. Pengelolaan fasilitator, peserta, dan logistik
  3. Pengelolaan anggaran L&D

6. Evaluasi Efektivitas Pelatihan

  1. Model evaluasi (Kirkpatrick, ROI)
  2. Pengumpulan data pasca-pelatihan
  3. Tindak lanjut pengembangan pasca pelatihan

7. Teknologi dalam L&D

  1. Learning Management System (LMS)
  2. E-learning dan microlearning
  3. Penggunaan data learning analytics

8. Membangun Budaya Pembelajaran

  1. Strategi pengembangan budaya belajar
  2. Coaching, mentoring, dan pembelajaran informal
  3. Pengakuan dan insentif untuk pembelajar aktif

You may also like...