Apa Itu Analisis Beban Kerja dan Manfaatnya

analisis-beban-kerja
Bagikan
Rate this post

Analisis beban kerja adalah salah satu proses dalam perencanaan SDM. Umumnya, perusahaan melakukan proses ini untuk memastikan sumber daya manusia yang dimiliki sudah sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Seperti yang kita pahami, sumber daya merupakan aset yang sangat penting bagi perusahaan. Mereka ini menjadi penggerak utama roda bisnis. Namun demikian, untuk mengetahui karyawan ditugaskan apa di posisi mana harus melalui proses analisis beban kerja.

Hal ini bukan hanya penting untuk memastikan proses bisnis berjalan dengan baik namun juga terkait dengan well-being karyawan sendiri. Analisis beban kerja akan membantu perusahaan mengelola karyawan yang ada dengan lebih baik.

Baca juga jadwal training yang akan berlangsung:

  1. Training Workload Analysis
  2. Key Performance Indicator
  3. Balanced Scorecard
  4. Good Corporate Governance

Pengertian Analisis Beban Kerja

Analisis beban kerja juga dikenal dengan workload analysis (WLA) adalah cara yang digunakan perusahaan untuk dapat menghitung porsi dan beban kerja masing-masing karyawan secara terstruktur.

Nathania (2018) menyebut analisis beban kerja sebagai metode yang digunakan untuk mengetahui waktu, upaya dan sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan.

Manfaat Melakukan Analisis Beban Kerja

Dalam Peraturan Kementerian Keuangan (PMK) Nomor 175/PMK.01/2016, beberapa manfaat melakukan analisis beban kerja adalah:

  • Menjadi acuan untuk penataan dan penyempurnaan struktur organisasi
  • Merupakan landasan penyempurnaan sistem dan prosedur kerja
  • Sarana peningkatan kinerja kelembagaan
  • Menjadi acuan standar beban kerja jabatan atau unit kerja dan kebutuhan pegawai
  • Menjadi acuan untuk penyempurnaan program pelatihan dan pengembangan
  • Merupakan acuan untuk menilai kesehatan organisasi

Metode Perhitungan Analisis Beban Kerja

Terdapat 3 metode utama untuk melakukan analisis beban kerja:

Performance measures

Perusahaan mengukur skor kinerja dari karyawan dan menggunakannya sebagai indikator permintaan dan penugasan.

Physiological measures

Metode ini melibatkan proses merekam tanda-tanda fisik dari beban kerja seperti detak jantung dan konsumsi oksigen.

Subjective measures

Menggunakan user rating dari beban kerja yang dinilai mandiri oleh karyawan, termasuk NASA Task Load Index (TLX) dan Bedford Rating Scale.

Proses Pelaksanaan Analisis Beban Kerja

Langkah-langkah pelaksanaan analisis beban kerja:

  • Pengumpulan data beban kerja secara individual maupun per unit kerja
  • Verifikasi dan pengolahan data yang telah dikumpulkan
  • Analisis data dari proses sebelumnya
  • Penyusunan laporan analisis beban kerja
  • Penetapan dan penggunaan hasil analisis ke dalam perencanaan SDM

Jika Anda memerlukan training seputar Analisis Beban Kerja, hubungi kami melalui WA 0815-6558-677 dan email: Reg@seventh.id

Pertanyaan Umum tentang Analisis Beban Kerja

You may also like...